Bangunan Eco Green

Konsep eco-green harus diterapkan secara komprehensif pada desain rumah sejak pra konstruksi, konstruksi, dan pasca konstruksi untuk hasil yang maksimal. Salah satu yang perlu diterapkan pada konsep eco-green adalah penggunaan energi seminimal mungkin.

F-Ascent-BTS-Fig2-May2015.jpg

Mewujudkan konsep green living ini dapat dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu pemilihan material bangunan dan pemilihan desain rumah. Untuk bangunan baru, dua pendekatan ini lebih mudah diterapkan. Material bangunan berupa bahan-bahan alami yang bersumber dari daerah lokal, pemilihan cat yang ramah lingkungan, memilih alat-alat hemat listrik, misal lampu LED atau T5.

Untuk desain rumah yang terpenting pada efektifitas model rumah dengan  melihat lokasi sinar matahari dan angin untuk memanfaatkan energi alam. Selanjutnya,desain rumah akan dirancang dengan memaksimalkan material, pandangan, dan ventilasi. Pengaturan pencahayaan merupakan poin utama karena dengan memaksimalkan pencahayaan alami akan menghemat energi listrik. Begitupun dengan pengaturan ventilasi untuk mengurangi penggunaan mesin penyejuk ruangan. Sehingga setiap bangunan dapat memanas atau mendinginkan rumah secara otomatis.

Selain pencahayaan dan ventilasi masih ada tips desain rumah lain untuk model rumah eco-green ini seperti memodifikasi pagar rumah yang semula desain beton menjadi pagar hidup. Pagar hidup ini tidak harus rumput tapi juga bisa berupa tanaman sayur atau buah merambat. Selain itu jika ingin membuat kanopi untuk kebun juga dapat diganti dengan tanaman anggur atau pohon jenis daun lebar dan rindang.

Sementara untuk bangunan yang sudah jadi (existing building), desain rumah dapat menggunakan pendekatan ekonomi dan bisnis, seperti penggantian interior dan peralatan rumah tangga yang ramah lingkungan dan hemat energi. Seperti penggantian lampu ke jenis LED, televisi ke jenis LCD, tempat sampah non-organik ke tempat sampah kompos.

Prinsip-prinsip Green Architecture

Penjabaran prinsi-prinsip green architecture beserta langkah-langkah mendesain green building menurut: Brenda dan Robert Vale, 1991, Green Architecture Design fo Sustainable Future:

  1. Conserving Energy (Hemat Energi)

Sungguh sangat ideal apabila menjalankan secara operasional suatu bangunan dengan sedikit mungkin menggunakan sumber energi yang langka atau membutuhkan waktu yang lama untuk menghasilkannya kembali. Solusi yang dapat mengatasinya adalah desain bangunan harus mampu memodifikasi iklim dan dibuat beradaptasi dengan lingkungan bukan merubah lingkungan yang sudah ada. Lebih jelasnya dengan memanfaatkan potensi matahari sebagai sumber energi. Cara mendesain bangunan agar hemat energi, antara lain:

  • Banguanan dibuat memanjang dan tipis untuk memaksimalkan pencahayaan dan menghemat energi listrik.
  • Memanfaatkan energi matahari yang terpancar dalam bentuk energi thermal sebagai sumber listrik dengan menggunakan alat Photovoltaicyang diletakkan di atas atap. Sedangkan atap dibuat miring dari atas ke bawah menuju dinding timur-barat atau sejalur dengan arah peredaran matahari untuk mendapatkan sinar matahari yang maksimal.
  • Memasang lampu listrik hanya pada bagian yang intensitasnya rendah. Selain itu juga menggunakan alat kontrol penguranganintensitas lampu otomatis sehingga lampu hanya memancarkan cahaya sebanyak yang dibutuhkan sampai tingkat terang tertentu.
  • Menggunakan Sunscreen pada jendela yang secara otomatis dapat mengatur intensitas cahaya dan energi panas yang berlebihan masuk ke dalam ruangan.
  • Mengecat interior bangunan dengan warna cerah tapi tidak menyilaukan, yang bertujuan untuk meningkatkan intensitas cahaya.
  • Bangunan tidak menggunkan pemanas buatan, semua pemanas dihasilkan oleh penghuni dan cahaya matahari yang masuk melalui lubang ventilasi.
  • Meminimalkan penggunaan energi untuk alat pendingin (AC) dan lift.
  1. Working with Climate (Memanfaatkan kondisi dan sumber energi alami)
  • Melalui pendekatan green architecture bangunan beradaptasi dengan lingkungannya. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan kondisi alam, iklim dan lingkungannya sekitar ke dalam bentuk serta pengoperasian bangunan, misalnya dengan cara:
  • Orientasi bangunan terhadap sinar matahari.
  • Menggunakan sistem air pump dan cros ventilation untuk mendistribusikan udara yang bersih dan sejuk ke dalam ruangan.
  • Menggunakan tumbuhan dan air sebagai pengatur iklim. Misalnya dengan membuat kolam air di sekitar bangunan.
  • Menggunakan jendela dan atap yang sebagian bisa dibuka dan ditutup untuk mendapatkan cahaya dan penghawaan yang sesuai kebutuhan.
  1. Respect for Site (Menanggapi keadaan tapak pada bangunan)

Perencanaan mengacu pada interaksi antara bangunan dan tapaknya. Hal ini dimaksudkan keberadan bangunan baik dari segi konstruksi, bentuk dan pengoperasiannya tidak merusak lingkungan sekitar, dengan cara sebagai berikut.

  • Mempertahankan kondisi tapak dengan membuat desain yang mengikuti bentuk tapak yang ada.
  • Luas permukaan dasar bangunan yang kecil, yaitu pertimbangan mendesain bangunan secara vertikal.
  • Menggunakan material lokal dan material yang tidak merusak lingkungan.
  1. Respect for User (Memperhatikan pengguna bangunan)

Antara pemakai dan green architecture mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Kebutuhan akan green architecture harus memperhatikan kondisi pemakai yang didirikan di dalam perencanaan dan pengoperasiannya.

  1. Limitting New Resources (Meminimalkan Sumber Daya Baru)

Suatu bangunan seharusnya dirancang mengoptimalkan material yang ada dengan meminimalkan penggunaan material baru, dimana pada akhir umur bangunan dapat digunakan kembali unutk membentuk tatanan arsitektur lainnya

  1. Holistic

Memiliki pengertian mendesain bangunan dengan menerapkan 5 poin di atas menjadi satu dalam proses perancangan. Prinsip-prinsip green architecturepada dasarnya tidak dapat dipisahkan, karena saling berhubungan satu sama lain. Tentu secar parsial akan lebih mudah menerapkan prinsip-prinsip tersebut. Oleh karena itu, sebanyak mungkin dapat mengaplikasikan green architecture yang ada secara keseluruhan sesuai potensi yang ada di dalam site.

Bangunan Eco Green

EDITT Tower Singapore

editt03.jpg

Singapura akan memiliki bangunan yang indah tinggi dengan perusahaan EDITT Tower (Ecological Design in the Tropics). Proyek ini akan dibangun dengan dukungan finansial dari National University. Desain menara ini terdiri dari 26 lantai dengan panel fotovoltaik.

EDITT Tower akan menjadi teladan “Desain Ecological In The Tropics”. Dirancang oleh TR Hamzah & Yeang dan disponsori oleh National University of Singapore, 26-cerita bertingkat tinggi akan membanggakan panel fotovoltaik, ventilasi alami, dan biogas generasi tanaman yang dibungkus dalam sebuah dinding hidup isolasi yang mencakup setengah dari luas permukaan. Gedung pencakar langit hijau dirancang untuk meningkatkan keanekaragaman hayati lokasi dan merehabilitasi ekosistem lokal di Singapura ‘zeroculture’ metropolis.

editt.JPG

t.r. hamzah & yeang, gedung pencakar langit yang berkelanjutan, menara editt, arsitektur berkelanjutan singapore, dinding hidup, tenaga surya, tenaga biogas, green building

Sekitar setengah dari luas permukaan EDITT Menara akan dibungkus dalam vegetasi lokal organik, dan arsitektur pasif akan memungkinkan untuk ventilasi alami. Publik landai diakses akan menghubungkan lantai atas ke tingkat jalan berjajar di toko-toko, restoran dan kehidupan tanaman. Bangunan juga telah dirancang untuk adaptasi di masa depan, dengan banyak dinding dan lantai yang dapat dipindahkan atau dihapus. Di sebuah kota yang dikenal untuk hujan, bangunan akan mengumpulkan air hujan dan mengintegrasikan sistem abu-air untuk kedua irigasi tanaman dan toilet disiram dengan perkiraan 55% swasembada.

editt02.jpg

855 meter persegi panel fotovoltaik akan menyediakan 39,7% dari kebutuhan energi bangunan, dan rencana ini juga mencakup kemampuan untuk mengubah limbah menjadi biogas dan pupuk. Menara ini akan dibangun menggunakan banyak bahan daur ulang dan dapat didaur ulang, dan sistem daur ulang terpusat akan dapat diakses dari setiap lantai.

Referensi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s