Month: November 2016

Arsitektur Tropis

Fish-House-Singapore_2.jpg

Pengertian Arsitektur Tropis Modern

Pemahaman Arsitektur & Iklim Aritektur dan  iklim dikenal salah satunya sebagai pendekatan arsitektur bioklimatik. Bioklimatik menggambarkan suatu pendekatan desain bangunan yang diinspirasikan  keadaan alam dan  menggunakan logika yang berkelanjutan didalam  setiap aspek suatu  proyek, memfokuskan  pada optimasi dan penggunaan lingkungan. Logika –logika tersebut meliputi kondisi peruntukan  lahan, ekonomi, konstruksi, manajemen bangunan, serta kesehatan dan kesejahteraan  manusia melalui keadaan fisik bangunan

Dalam persyratanya arsitektur tropis dapat di simpulkan sebagi berikut :

a)      Pola rancangan beradaptasi penuh terhadap iklim Kaidah arsitektur tropis (tradisional) secara cermat diikuti, secara bersamaan digunakan pula rancangan arsitektur modern hingga detail elemen bangunan.

b)      Pola rancangan beradaptasi terhadap iklim, dilengkapi alat kenyamanan suhu kaidah arsitektur tropis diikuti, namun dengan  pertimbangan tertentu digunakan alat kenyamanan suhu.

c)      Pola rancangan menggunakan  sebagian kaidah adaptasi terhadap iklim, dilengkapi alat kenyamanan suhu kaidah arsitektur tropis pada beberapa elemen rancangan diterapkan, pada bagian lain

d)     Pola rancangan mengunakan bentuk tradisional tanpa memperhatikan kaidah iklim pola rancangan tidak menggunakan kaidah adaptasi terhadap iklim (Agus, studi pustaka arsitektur bioklimatik, skripsi A. 2008)

          Arsitektur tropis merupakan arsitektur yang berada di daerah tropis dan telah beradaptasi dengan iklim tropis. Indonesia sebagai daerah beriklim tropis memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap bentuk bangunan rumah tinggal, dalam hal ini khususnya rumah tradisional. Kondisi iklim seperti temperatur udara, radiasi matahari, angin, kelembaban, serta curah hujan, mempengaruhi desain dari rumah-rumah tradisional. Masyarakat pada zaman dahulu dalam membangun rumahnya berusaha untuk menyesuaikan kondisi iklim yang ada guna mendapatkan desain rumah yang nyaman dan aman.

1-northern-river.jpg

Konsep rumah tropis, pada dasarnya adalah adaptasi bangunan terhadap iklim tropis, dimana kondisi tropis membutuhkan penanganan khusus dalam desainnya. Pengaruh terutama dari kondisi suhu tinggi dan kelembaban tinggi, dimana pengaruhnya adalah pada tingkat kenyamanan berada dalam ruangan. Tingkat kenyamanan seperti tingkat sejuk udara dalam rumah, oleh aliran udara, adalah salah satu contoh aplikasi konsep rumah tropis. Meskipun konsep rumah tropis selalu dihubungkan dengan sebab akibat dan adaptasi bentuk (tipologi) bangunan terhadap iklim, banyak juga interpretasi konsep ini dalam tren yang berkembang dalam masyarakat; sebagai penggunaan material tertentu sebagai representasi dari kekayaan alam tropis, seperti kayu, batuan ekspos, dan material asli yang diekspos lainnya.

1. Kriteria Perencanaan pada Iklim Tropis Lembab

Kondisi iklim tropis lembab memerlukan syarat-syarat khusus dalam perancangan bangunan dan lingkungan binaan, mengingat ada beberapa factor- faktor spesifik yang hanya dijumpai secara khusus pada iklim tersebut, sehingga teori-teori arsitektur, komposisi, bentuk, fungsi bangunan, citra bangunan dan nilai-nilai estetika bangunan yang terbentuk akan sangat berbeda dengan kondisi yang ada di wilayah lain yang berbeda kondisi iklimnya. Menurut DR. Ir. RM. Sugiyatmo, kondisi yang berpengaruh dalam perancangan bangunan pada iklim tropis lembab adalah, yaitu :

  • Kenyamanan Thermal

Usaha untuk mendapatkan kenyamanan thermal terutama adalah mengurangi perolehan panas, memberikan aliran udara yang cukup dan membawa panas keluar bangunan serta mencegah radiasi panas, baik radiasi langsung matahari maupun dari permukaan dalam yang panas.

Perolehan panas dapat dikurangi dengan menggunakan bahan atau material yang mempunyai tahan panas yang besar, sehingga laju aliran panas yang menembus bahan tersebut akan terhambat.Permukaan yang paling besar menerima panas adalah atap. Sedangkan bahan atap umumnya mempunyai tahanan panas dan kapasitas panas yang lebih kecil dari dinding. Untuk mempercepat kapasitas panas dari bagian atas agak sulit karena akan memperberat atap. Tahan panas dari bagian atas bangunan dapat diperbesar dengan beberapa cara, misalnya rongga langit-langit, penggunaan pemantul panas reflektif juga akan memperbesar tahan panas.

Cara lain untuk memperkecil panas yang masuk antara lain yaitu :

1. Memperkecil luas permukaan yang menghadap ke timur dan barat.

2. Melindungi dinding dengan alat peneduh. Perolehan panas dapat juga dikurangi dengan memperkecil penyerapan panas dari permukaan, terutama untuk permukaan atap.

Warna terang mempunyai penyerapan radiasi matahari yang kecil sedang warna gelap adalah sebaliknya. Penyerapan panas yang besar akan menyebabkan temperatur permukaan naik. Sehingga akan jauh lebih besar dari temperatur udara luar. Hal ini menyebabkan perbedaan temperatur yang besar antara kedua permukaan bahan, yang akan menyebabkan aliran panas yang besar.

reflective-insulation.jpg

  • Aliran Udara Melalui Bangunan

gambar-31.jpg

Kegunaan dari aliran udara atau ventilasi adalah :

1. Untuk memenuhi kebutuhan kesehatan yaitu penyediaan oksigen untuk pernafasan, membawa asap dan uap air keluar ruangan, mengurangi konsentrasi gas-gas dan bakteri serta menghilangkan bau.

2. Untuk memenuhi kebutuhan kenyamanan thermal, mengeluarkan panas, membantu

mendinginkan bagian dalam bangunan.

Aliran udara terjadi karena adanya gaya thermal yaitu terdapat perbedaan temperature antara udara di dalam dan diluar ruangan dan perbedaan tinggi antara lubang ventilasi. Kedua gaya ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendapatkan jumlah aliran udara yang dikehendaki. Jumlah aliran udara dapat memenuhi kebutuhan kesehatan pada umumnya lebih kecil daripada yang diperlukan untuk memenuhi kenyamanan thermal. Untuk yang pertama sebaiknya digunakan lubang ventilasi tetap yang selalu terbuka. Untuk memenuhi yang kedua, sebaiknya digunakan lubang ventilasi yang bukaannya dapat diatur.

  • Radiasi Panas

Radiasi panas dapat terjadi oleh sinar matahari yang langsung masuk ke dalam bangunan dan dari permukaan yang lebih panas dari sekitarnya, untuk mencegah hal itu dapat digunakan alat-alat peneduh (Sun Shading Device).

Pancaran panas dari suatu permukaan akan memberikan ketidaknyamanan thermal bagi penghuni, jika beda temperatur udara melebihi 40C. hal ini sering kali terjadi pada permukaan bawah dari langit-langit atau permukaan bawah dari atap.

d.jpg

Penerangan Alami pada Siang Hari

Cahaya alam siang hari yang terdiri dari :

1. Cahaya matahari langsung.

2. Cahaya matahari difus

Di Indonesia seharusnya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya cahaya ini untuk penerangan siang hari di dalam bangunan. Tetapi untuk maksud ini, cahaya matahari langsung tidak dikehendaki masuk ke dalam bangunan karena akan menimbulkan pemanasan dan penyilauan, kecuali sinar matahari pada pagi hari. Sehingga yang perlu dimanfaatkan untuk penerangan adalah cahaya langit.

Untuk bangunan berlantai banyak, makin tinggi lantai bangunan makin kuat potensi cahaya langit yang bisa dimanfaatkan. Cahaya langit yang sampai pada bidang kerja dapat dibagi dalam 3 (tiga) komponen :

1. Komponen langit.

2. Komponen refleksi luar

3. Komponen refleksi dalam

Dari ketiga komponen tersebut komponen langit memberikan bagian terbesar pada tingkat penerangan yang dihasilkan oleh suatu lubang cahaya. Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya tingkat penerangan pada bidang kerja tersebut adalah :

1. Luas dan posisi lubang cahaya.

2. Lebar teritis

3. Penghalang yang ada dimuka lubang cahaya

4. Faktor refleksi cahaya dari permukaan dalam dari ruangan.

5. Permukaan di luar bangunan di sekitar lubang cahaya.

Untuk bangunan berlantai banyak makin tinggi makin berkurang pula kemungkinan adanya penghalang di muka lubang cahaya. Dari penelitain yang dilakukan, baik pada model bangunan dalam langit buatan, maupun pada rumah sederhana, faktor penerangan siang hari

rata-rata 20% dapat diperoleh dengan lubang cahaya 15% dari luas lantai, dengan catatan posisi lubang cahaya di dinding, pada ketinggian normal pada langit, lebar sekitar 1 meter, faktor refleksi cahaya rata-rata dari permukaan dalam ruang sekitar 50% – 60% tidak ada penghalang dimuka lubang dan kaca penutup adalah kaca bening

8.jpg

Desain rumah tropis bekerja menuju satu tujuan utama dasar: tinggal nyaman tanpa bergantung pada AC. Hal ini dilakukan dengan moderasi dari tiga variabel: temperatur, kelembaban dan sirkulasi udara. Victor Olgay dalam bukunya, “Desain dengan Iklim”, mengembangkan garis panduan untuk arsitektur iklim responsif dalam empat daerah iklim yang berbeda, salah satunya adalah lingkungan tropis panas lembab. Merancang sebuah rumah pasif didinginkan dimulai dengan situs dan mencakup setiap aspek dari rumah sampai ke warna.

2. Ciri-ciri Rumah Arsitektur Tropis

  • Mempunyai atap yang tinggi dengan kemiringan diatas 30 derajat. Ruang di bawah atap berguna untuk meredam panas.
  •  Mempunyai teritisan/overstek atap yang cukup lebar untuk mengurangi efek tampias dari hujan yang disertai angin. Selain itu, uga untuk menahan sinar matahari langsung yang masuk ke dalam bangunan.
  •  Mempunyai lubang untuk ventilasi udara secara silang, sehingga suhu di dalam ruangan bisa tetap nyaman.
  •  Pada daerah tertentu, rumah panggung menjadi ciri utama yang kuat untuk antisipasi bencana alam dan ancaman binatang buas.
  •  Desain tropis umumnya menggunakan material alam yang sumbernya bisa didapat di sekitarnya.

3. Contoh Rumah Arsitektur Tropis

  • Rumah Modern Tropis Singapura

Fish-House-Singapore_1.jpg

Integrasi antara di dalam dan di luar adalah tema kunci dan fungsi rumah tropis ini di Sentosa Island, Singapura. Dirancang oleh Guz Architects, rumah ikan merangkul iklim tropis Singapura dengan menciptakan sebuah ruang terbuka yang memungkinkan interaksi antara laut, taman, kolam renang dan rumah. Angin laut alam ventilates rumah tropis, sedangkan atap bergelombang melengkung dengan panel surya menyediakan energi untuk rumah. rumah modern ini mempromosikan hidup harmonis dengan lingkungan alam.

Fish-House-Singapore_6.jpg

Denah :

Fish-House-Singapore_13.jpg

  • Bali Tropic Resort & Spa

suite-room1.jpg

Bali Tropic Resort & Spa pantai eksklusif hotel di Bali dibangun di campuran halus Bali dan arsitektur modern dan menawarkan suasana yang luar biasa untuk liburan pantai benar-benar indah dan santai. Yang cantik di antara Frangipani dan Bougainville dengan paling napas mengambil pemandangan Samudera Hindia yang hangat dan indah. Hotel ini terletak secara langsung dan sangat terpusat di dunia yang terkenal pantai Nusa Dua di pantai selatan Pulau Bali, Indonesia.

Kombinasi unik dari Indah AC kamar dan kamar mandi mewah ditambah dengan keramahan yang besar, napas mengambil pemandangan dan iklim indah akan membuat Anda ingin datang lagi dan lagi untuk tempat ajaib ini.

restoran1.jpg

4. REFERENSI

Rumah Kelantan (Malaysia)

SEJARAH RUMAH KELANTAN

rumah tiang 12.jpg

Negeri Kelantan merupakan salah satu sebuah negeri dari 13 negeri dalam Negara Malaysia. Negeri ini mempunyai sejarah yang panjang sejak zaman purba. Dengan latar belakang sejarah yang panjang ini telah menjadikan senibina (bentukan) rumah Kelantan mempunyai bentuk rumah yang unik dan ciri khas tersendiri.

Negeri Kelantan menjadi salah satu kota singgahan disemenanjung Melayu antara jalur perdagangan China, India dan Arab. Kedatangan syariat Islam kedalam masyarakat Kelantan menjadi pelengkap terakhir untuk senibina rumahnya. Bersuaian dengan sifat Allah SWT yang suka akan keindahan, telah membawa inspirasi kepada masyarakat Melayu Kelantan untuk menggunakan ide dan karyanya semata-mata untuk mencari keberkahan ilmu di jalan Allah SWT.

Ada dua jenis rumah beratap panjang di Kelantan:

  1. Rumah Bujang
  2. Rumah Tiang Dua Belas

Rumah Bujang atau disebut juga rumah tunggal adalah rumah sederhana yang dibuat oleh orang-orang Kelantan yang memiliki penghasilan sederhana atau dibawah rata-rata. Rumah Bujang adalah rumah yang paling awal dihuni oleh masyarakat di Kelantan. Sementara itu, Rumah Tiang Dua Belas dibangun oleh orang-orang kaya dan elite. Ukiran rumit di dinding melambangkan status tinggi dari pemilik rumah. Rumah Tiang Dua Belas dapat ditemukan di beberapa desa dan di Kota Bahru dengan usia lebih dari 100 tahun. Namun rumah Kelantan ini sekarang terancam punah dan sulit untuk dijumpai.

Rumah Bujang terdiri dari 6 kolom utama sedangkan Rumah Tiang Dua Belas terdiri dari 12 kolom Utama. Itu belum termasuk kolom pendukung lainnya.

compare

ANALISA RUMAH

  • RUMAH BUJANG

Jenis rumah ini adalah jenis rumah yang tidak asing di telinga masyarakat Kelantan, mengacu pada jenis rumah dengan atap berbentuk huruf “alif lam” terbalik. Bentuknya merupakan bangunan sederhana, dapat dilihat dari segi pembagian ruang dan bahan konstruksi.

8503170774_e6798c8476_b.jpg

Rumah bujang hanya terdiri dari 1 unit rumah dengan 6 kolom utama. Ruangannya hanya terdiri dari Rumah Ibu (Ruang Utama) dan Rumah Dapur (Dapur). Ruangan tersebut tidak dipisahkan oleh dinding, tetapi hanya menggunakan penghalang kain yang disebut tirai.

  • RUMAH TIANG DUA BELAS

Nama Tiang Dua Belas didapat berdasarkan 12 batang tiang yang terdapat pada ruangan Rumah Ibu, yaitu 6 tiang serambi dan 6 tiang panjang.Rumah ini terdapat tiga modul yaitu Rumah Ibu, Rumah Tengah dan Rumah Dapur. Rumah Ibu mempunyai ruang selasar yaitu satu ruang yang luas untuk menerima tamu. Rumah Tengah berfungsi menempatkan bilik-bilik (kamar) dan bersekat-sekat, dan Rumah Dapur adalah bagian rumah yang berfungsi untuk memasak, dsb.

LAKARAN RUMAH KELANTAN.jpg

Front Elevation.jpg

MATERIAL RUMAH KELANTAN

  • Atap

Atap disini berfungsi untuk menghindari sinar matahari secara langsung,dan juga bertindak sebagai ventilasi dan melindungi penghuni dari panas dan hujan. Atap yang dimiliki berbentuk curam dan melengkung. Menggunakan Genting singgora. Genting singgora adalah genting yang diimpor dari Senggora di Thailand Selatan. Namun ada beberapa atap buatan sendiri yang menggunakan Tanah Liat.

P5200601.JPG

  • Dinding dan Lantai

Pada rumah ini, bagi orang Kelantan yang kaya, dinding yang diukir atau terbuat dari papan khusus yang dikenal sebagai Papan kembus. Ukiran menunjukkan motif geometri yang harmonis dan terorganisir. Dinding dan lantai terbuat sepenuhnya dari kayu sehingga bisa membuat bagian dalam rumah selalu sejuk, karena kayu merupakan konduktor panas yang rendah.

download.jpg

  • Tangga

Rumah ini menggunakan tangga. Tangganya juga terbuat dari kayu tapi dibagian bawah tangga terdapat pad beton yang berfungsi untuk menopang tangga tersebut agar lebih kuat.

tangga rumah adat mandar majene.JPG

  • Pondasi

Pondasi yang digunakan adalah Pondasi Umpak, dengan kolom menggunakan kayu.

11.png

struktur-rongrongan.jpg

DETAIL RUMAH KELANTAN

  • Atap

butiran adam-adam.png

 

  1. Pemeleh

Pemeleh adalah sepasang papan yang terletak di kedua ujung bagian atas tiba layar. Digunakan untuk menutup kasau lintang atau kasau jantan. Bentuk pemeleh ini melengkung dan meruncing ke atas. Bentuk ini menjadi karakter yang kuat dalam senibina rumah-rumah di Kelantan, Terengganu serta Petani di Selatan Thailand.

Pemeleh dikatakan mempunyai bentuk seperti ukiran bangau yang terdapat pada perahu-perahu nelayan tempatan, Motif bangau ini melambangkan semangat, perlindungan dan keselamatan untuk nelayan-nelayan di laut dan motif yang digunakan untuk rumah (TEOM: Architecture 1998:27). Menurut Nakula (1985:54-61) pemeleh berarti “penghias”. Selain arti penghias beliau juga menyatakan perlambangan pemeleh seperti anggota tubuh manusia yaitu kepala dan tangan.

lam alif terlungkup dgn pemeleh.png

badan manusia dgn pemeleh.png

Selain itu pemeleh juga membawa perlambangan “Zat Allah”yang terpancar 2 sifat Allah yaitu “jalal” dan “jamal” yang memacar kearah kanan (Jamal) dan Kiri (Jalal).

Walaupun ada 2 perlambangan, Nakula juga menegaskan, ia mempunyai 2 pengertian penting yaitu:

  1. Mengisbatkan Kewujudan Allah Ta’ala dengan menafikan makhluk.
  2. Mempunyai kekuatan ketuhanan untuk memjaga keselamatan rumah dan penghuninya.

Pergertian baru pemeleh zaman Pra-Islam

Kewujudan pemeleh pada zaman Kelantan Tua telah diberi pengertian baru sebagai lambang dari huruf “Lam Alif” terlungkup pada zaman Islam. Nakula memjelaskan huruf terlungkup ini dapat memenuhi 2 pengertian diatas dengan bunyi “Laa” adalah berarti “tiada”, dari perkataan “Laa ilaha illallah“yang berarti “tiada tuhan melainkan Allah” maksudnya “Laa maujuda illallah’” artinya “tiada yang maujud, melainkan Allah”.

Huruf Lam Alif sebenarnya bermaksud menakfikan kemakhlukan pada rumah dan mengisbatkan “Allah yang Maha Kuasa”. Dengan ini segala syaitan dan iblis, juga unsur bahaya tidak akan berani menghampiri rumah. Oleh itu “pemeleh” disebut juga “penyangga” artinya “penepis segala bahaya mendatang”. Ada juga penggunaan stail “penyangga berganda”, yakni gabungan 2 huruf Lam-Alif terlungkup ke bawah dan satu lagi ke mendogak ke atas seperti huruf asal. Penyangga berganda ini memberi pengertian “nafi” dalam 2 alam:

lam-alif-terlungkup-dgn-pemeleh

2 Arti Lam-Alif berganda ini yaitu:

Lam-Alif terlangkup   : Alam Dunia, Dunia pada saat ini.

Lam-Alif mendongak : Dunia Akhirat. Dunia pada akan sampai kelak.

Revolusi Pemeleh Kelewang

Pemeleh kelewang adalah satu-satunya jenis kelewang yang masih dipakai pada masa kini. Namun begitu pemeleh ini turut mengalami perubahan terhadap bangunan tertentu.

revolusi kelewang.png

Di Kelantan, model bentuk pemeleh kelewang bersilang A, wujud pada bangunannya adalah masjid dan makam raja-raja. Ini karena perlambanganya Lam-Alif yang membawa makna 2 dunia bawah dan atas menunjukan dunia akhirat atau alam kematian. Perlambangan ini dapat diartikan segala perbuatan di dunia alam manusia (rumah kediaman) sebagai tempat membuat bekal ibadah kepada Allah SWT sebagai persiapan diri untuk ke alam akhirat. Oleh karena itu pemeleh jenis ini dapat dilihat pada modelbentuk Masjid.Pemeleh kelewang bersilang jarang digunakan pada rumah kediaman. Pemeleh jenis B merupakan pemeleh kelewang yang di sertakan cucuk langit.Pemeleh jenis inilah yang paling popular digunakan untuk kediaman rumah. Namun demikian, zaman demi zaman, maka pemeleh juga mengalami perubahan bentuk yang lebih sedehana, yaitu pemeleh Jenis D. Kini pemeleh hanya dapat dilihat pada bangunan tertentu saja.

2. Tiba Layar

Tiba Layar jika dilihat pada model senibinanya merupakan kepingan papan berbentuk segitiga yang dipasang untuk menutupi kedua ujung bumbung panjang dan bumbung limas. Kayu-kayu yang lurus atau melengkung disusun dengan berpusat di tengah-tengah tiba layar yang berbentuk bulat atau ukiran dan terdapat sedikit bukaan diantara kayu guna memberi lintasan udara ke dalam rumah. Biasanya ada tiga jenis gaya tiba layar utama rumah tradisi Melayu Kelantan yaitu:

tibar layar.png

  • Kiasan Matahari

Melambangkan keceriaan kehidupan penghuninya. Tiba layar ini dipasang mengadap kiblat yaitu mengikut matahari jatuh dan terbit.

  • Ukiran Tebuk dan
  • Bumbung Pisang Sesikat

Kedua tiba layar jenis ini dipasang menghadap arah lain

kedudukan tibar layar.png

3. Ande-Ande

Merupakan papan hiasan tebuk dan berukir yang terletak di cucuran atap secara mendatar. Bertujuan untuk menutup ujung kayu kasau.

GAMBAR adam adam.png

butiran adam adam.png

Terdapat 2 jenis Ande-Ande/Andam-Andam yaitu:

2 jenis adam adam.png

4. Ekor Itik dan Sisik Naga

anika ekor itik.png

 

Ekor Itik adalah salah satu ciri-ciri khas di Raja Kelantan. Ekor Itik adalah panggilan umum masyarakat negeri Kelantan dan Petani kepada keanekaragaman rumah. Ekor itik mempunyai hiasan tambahan dimana ia dikenali sebagai “sisik Naga atau sirip Naga”. Motif yang digunakan berbentuk daun ulam yang merupakan makanan raja.

  • Dinding

Bahan untuk pembuatan dinding yang digunakan adalah kayu. Tapi pada awalnya masyarakat Kelantan tidak menggunakan kayu melainkan menggunakan daun-daun pokok seperti daun bertam, cucuh, nipah, lontar dan sagu. Daun-daun tersebut dianyam sehingga membentuk dinding.

Jenis – jenis pada rumah kelantan seperti

dinding buluh.png

Dinding kayu merupakan pilihan seterusnya mengantikan dinding anyaman karana kayu lebih kuat dan terlihat bagus. Kayu-kayu disusun secara melintang atau berdiri. Terdapat 3 jenis dinding kayu yakni:

3 susun kayu.png

  1. Dinding Susun Sireh

Papan kayu disusun melintang dan salin bertindih di bawah menyebabkan papan menjadi condong beberapa sudut. Sudutnya mengikuti tebal papan dan berfungsi agar air hujan tidak masuk ke dalam rumah. Cara menyusunnya adalah dari bawah hingga ke atas.

  1. Dinding Kaset / Pian

Susunan papan kayu untuk dinding ini menggunakan sambungan lidah dan alur. Kayu-kayunya disusun secara vertikal dari kiri atau kanan. Dinding ini yang paling sering digunakan oleh kebanyakan masyarakat Kelantan, karena air tidak akan bisa masuk ke dalam rumah

  1. Dinding Tindih Kasih

Kayu disusun menegak dimana dua papan ditindih oleh satu papan yang lain diatasnya yang menutupi ruang diantara dua papan.

  • Detail Kolom

11.png

struktur-rongrongan