BAB II – METODE KRITIK (KRITIK ARSITEKTUR)

Dalam tugas ini penulis akan menggunakan metode normative terukur.

  • Metode Normatif Terukur

Kesuksesan bangunan dipandang dari segi standardisasi ukurannya secara teknis :

  1. Stabilitas Struktur
  • Daya tahan terhadap beban struktur
  • Daya tahan terhadap benturan
  • Daya dukung terhadap beban yang melekat terhadap bahan
  • Ketepatan instalasi elemen-elemen yang di luar sistem
  1. Ketahanan Permukaan Secara Fisik
  • Ketahanan permukaan
  • Daya tahan terhadap gores dan coretan
  • Daya serap dan penyempurnaan air
  1. Kepuasan Penampilan dan Pemeliharaan
  • Kebersihan dan ketahanan terhadap noda
  • Timbunan debu

Bangunan tidak saja bertujuan untuk menghasilkan lingkungan yang dapat berfungsi dengan baik tetapi juga lebih kepada dampak bangunan terhadap individu dan Kognisi mental yang diterima oleh setiap orang terhadap kualitas bentuk fisik bangunan.

Lozar (1974), Measurement Techniques Towards a Measurement Technology in Carson, Daniel,(ed) “Man- Environment Interaction-5” Environmental Design Research Association, menganjurkan sistem klasifikasi ragam elemen perilaku dalam tiga kategori yang relevan untuk dapat memandang kritik sebagai respon yang dituju :

Persepsi Visual Lingkungan Fisik

Menunjuk pada persepsi visual aspek-aspek bentuk bangunan. Bahwa bentuk-bentuk visual tertentu akan berimplikasi pada kategori-kategori penggunaan tertentu.

Sikap Umum Terhadap Aspek Lingkungan Fisik

  • Hal ini mengarah pada persetujuan atau penolakan rasa seseorang terhadap berbagai ragam objek atau situasi.
  • Hal ini dapat dipandang sebagai dasar untuk mengevaluasi variasi penerimaan atau penolakan lingkungan lain terhadap keberadaan bangunan yang baru.

Perilaku Yang Secara Jelas Dapat Diobservasi Secara Langsung Dari Perilaku Manusia.

Dalam skala luas definisi ini berdampak pada terbentuknya pola-pola tertentu (pattern) seperti : Pola pergerakan, jalur-jalur sirkulasi, kelompok-kelompok sosial dsb.

Dalam skala kecil menunjuk pada faktor-faktor manusia terhadap keberadaan furniture, mesin atau penutup permukaan.

Teknik pengukuran dalam evaluasi perilaku melalui survey instrumen-instrumen tentang sikap, mekanisme simulasi, teknik interview, observasi instrumen, observasi langsung, observasi rangsangan sensor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s